Jumat, 17 Februari 2017

Faktor Perusak Koleksi

10 FAKTOR PERUSAK KOLEKSI

Menurut Michalski 1990 dan Waller 1994,2003 ada 10 macam faktor perusak pada koleksi, yaitu :
1.Gaya Fisik
2.Kriminal
3.Api
4.Air
5.Hama (serangga, tikus, dan burung)
6.Pollutans (debu dan gas)
7.Cahaya
8.Temperatur yang tidak sesuai
9.Kelembaban Relatif yang tidak sesuai
10.Disosiasi

1.GAYA FISIK

Gaya fisik dan penyebabnya, yaitu :

Tipe Gaya Fisik                           Penyebab
Goncangan                                  Koleksi yang jatuh
Vibrasi                                         Gempa bumi, transportasi
Tekanan                                       Koleksi yang bertumpuk
Gesekan                                       Kontak dengan permukaan koleksi


Pengaruh terhadap koleksi yaitu patah, perubahan bentuk, robek, tergores, menjadi serpihan

2.KRIMINAL

Tipe kriminal ada 2 yaitu vandalisme dan pencurian.
Vandalisme yaitu perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya, misal mencorat coret koleksi dll

Pengaruh terhadap koleksi yaitu
Koleksi menjadi hilang dan koleksi terlihat tidak bagus

3. API

Asal api antara lain arus pendek listrik dari gedung, arus pendek listrik dari peralatan elektronik, tidak sengaja (rokok, lilin, kompor dll), faktor luar (gedung sebelah, kendaraan, hutan)

Pengaruh terhadap koleksi antara lain terbakar habis, terbakar sebagian, akumulasi noda hitam, perubahan bentuk

4. AIR

Asal air dari banjir dan bocor

Pengaruh terhadap koleksi antara lain koleksi mengalami perubahan bentuk, larut, akumulasi noda, jamur, korosi, disintegrasi, rapuh

5.Hama (serangga, tikus dan burung)

Pengaruh terhadap koleksi antara lain koleksi menjadi berlobang-lobang, akumulasi tanah, rapuh, noda, ada bagian koleksi yang  hilang

6. POLUTAN

Jenis polutan antara lain debu dan gas

Pengaruh terhadap koleksi antara lain akumulasi debu atau korosi

7.  CAHAYA

Jenis cahaya ada 2 yaitu cahaya alami dan cahaya buatan

Pengaruh terhadap koleksi antara lain rapuh, pudar dan menguning

8. TEMPERATUR YANG TIDAK SESUAI

Tipe                           Sumber                                  Pengaruh terhadap koleksi

Terlalu panas     Sinar matahari langsung,               Meleleh, perubahan bentuk, merangsang                                            lampu, api                                      pertumbuhan jamur

Terlalu dingin     Pendinginan ekstrem                     Embritllement, Kristalisasi

9. KELEMBABAN RELATIF YANG TIDAK SESUAI

Tipe                                          Pengaruh Pada Koleksi

Terlalu lembab                          Pertumbuhan jamur, Korosi, perubahan bentuk

Terlalu kering                            Embrittlement, hilangnya cairan

Fluktuasi                                    Retak, terbelah

10. Disosiasi

Ada beberapa penyebab terjadinya disosiasi, yaitu : salah meletakkan koleksi, dokumentasi tidak ada, dokumentasi tidak lengkap, dokumentasi tidak terbaca

Pengaruh terhadap koleksi yaitu kehilangan koleksi, sulit menemukan koleksi, hilangnya informasi tentang koleksi

 





Rabu, 15 Februari 2017

JENIS KOLEKSI MUSEUM

Apakah anda pernah ke museum?...Dahulu sebagian besar orang menilai museum adalah tempat yang sepi, menyeramkan, dan gelap.  Namun saat ini museum telah menjadi tempat rekreasi yang penuh dengan nuansa pendidikan.

Museum adalah tempat untuk menyimpan, memelihara dan memamerkan benda-benda cagar budaya yang sudah menjadi koleksi museum.  Tahukah anda ada berapa jenis koleksi museum berdasarkan material koleksinya?..

Koleksi museum dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan jenis materialnya :
1.Koleksi Organik
Koleksi organik merupakan materi yang mengandung senyawa karbon (C) dan hidrogen (H).  Sebagian besar koleksi organik di museum terbuat dari makromolekul yang disebut polimer, dapat berupa polisakarida (selulosa), protein, lignin, resin dan pigmen (Cronyn 1990 : 238).  
Contoh koleksi organik antara lain :
a. Kayu 
Komponen utama polimer selulosa
b. Kulit 
Komponen utamanya adalah protein dikenal dengan nama kolagen
c. Tulang, tanduk, gading, gigi.
Komponen utamanya adalah protein kolagen dan hidroksipatite yang merupakan mineral anorganik yang menyebabkan keras pada kolagen
d.  Cula, kulit penyu dan bule.  
Komponen utamanya keratin, yang merupakan deretan asam amino yang mengandung sulfur)
e.  Koleksi berbahan dasar serat,
Sumber serat berasal dari alam dan buatan, antara lain :
i. Serat  selulosa, contohnya benang yang digunakan dalam mengikat koleksi, berupa katun, rami
ii. Serat yang mengandung protein yaitu wool, rambut, sutra 
dll

Koleksi organik merupakan koleksi yang paling rentan mengalami deteriorasi (penurunan kualitas). 

2.Koleksi anorganik
Koleksi anorganik berasal dari senyawa yang tidak mengandung karbon dan hidrogen. 

Koleksi yang mengandung logam, seperti : 
a. Besi, 
b. Tembaga (campuran seng, timah, alumunium dan nikel)
c. Perak
d. Emas
e. Kuningan (paduan unsur logam yaitu tembaga dan seng dengan logam penyerta timah putih, timah hitam dan besi)
f.  Perunggu (Panduan tiga unsur logam yaitu tembaga dan timah putih dengan logam penyerta seng, timah hitam dan besi)

Koleksi anorganik non logam yang mengandung silika (SiO2), antara lain: 
a. Keramik (bahan dasar keramik terbuat dari lempung atau tanah liat jenis kaolinite)
b. Batuan
c. Kaca atau gelas (Kaca terbuat dari bahan batuan, khususnya pasir silika dengan cara mencairkannya).  Pada umumnya kaca bersifat transparan.

3. Koleksi campuran
Koleksi campuran merupakan koleksi yang terbuat dari material organik dan anorganik, misal koleksi keris.  Gagang keris terbuat dari tanduk, atau gading atau kayu sedangkan bilahnya terbuat dari material logam


Untuk lebih mengenal lagi material koleksi-koleksi museum, anda bisa datang langsung ke museum-museum di Jakarta maupun di daerah.

Ayo ke Museum

😎😊