JENIS KOLEKSI MUSEUM
Apakah anda pernah ke museum?...Dahulu sebagian besar orang menilai museum adalah tempat yang sepi, menyeramkan, dan gelap. Namun saat ini museum telah menjadi tempat rekreasi yang penuh dengan nuansa pendidikan.
Museum adalah tempat untuk menyimpan, memelihara dan memamerkan benda-benda cagar budaya yang sudah menjadi koleksi museum. Tahukah anda ada berapa jenis koleksi museum berdasarkan material koleksinya?..
Koleksi museum dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan jenis materialnya :
1.Koleksi Organik
Koleksi organik merupakan materi yang mengandung senyawa karbon (C) dan hidrogen (H). Sebagian besar koleksi organik di museum terbuat dari makromolekul yang disebut polimer, dapat berupa polisakarida (selulosa), protein, lignin, resin dan pigmen (Cronyn 1990 : 238).
Contoh koleksi organik antara lain :
a. Kayu
Komponen utama polimer selulosa
b. Kulit
Komponen utamanya adalah protein dikenal dengan nama kolagen
c. Tulang, tanduk, gading, gigi.
Komponen utamanya adalah protein kolagen dan hidroksipatite yang merupakan mineral anorganik yang menyebabkan keras pada kolagen
d. Cula, kulit penyu dan bule.
Komponen utamanya keratin, yang merupakan deretan asam amino yang mengandung sulfur)
e. Koleksi berbahan dasar serat,
Sumber serat berasal dari alam dan buatan, antara lain :
i. Serat selulosa, contohnya benang yang digunakan dalam mengikat koleksi, berupa katun, rami
ii. Serat yang mengandung protein yaitu wool, rambut, sutra
dll
Koleksi organik merupakan koleksi yang paling rentan mengalami deteriorasi (penurunan kualitas).
2.Koleksi anorganik
Koleksi anorganik berasal dari senyawa yang tidak mengandung karbon dan hidrogen.
Koleksi yang mengandung logam, seperti :
a. Besi,
b. Tembaga (campuran seng, timah, alumunium dan nikel)
c. Perak
d. Emas
e. Kuningan (paduan unsur logam yaitu tembaga dan seng dengan logam penyerta timah putih, timah hitam dan besi)
f. Perunggu (Panduan tiga unsur logam yaitu tembaga dan timah putih dengan logam penyerta seng, timah hitam dan besi)
Koleksi anorganik non logam yang mengandung silika (SiO2), antara lain:
a. Keramik (bahan dasar keramik terbuat dari lempung atau tanah liat jenis kaolinite)
b. Batuan
c. Kaca atau gelas (Kaca terbuat dari bahan batuan, khususnya pasir silika dengan cara mencairkannya). Pada umumnya kaca bersifat transparan.
3. Koleksi campuran
Koleksi campuran merupakan koleksi yang terbuat dari material organik dan anorganik, misal koleksi keris. Gagang keris terbuat dari tanduk, atau gading atau kayu sedangkan bilahnya terbuat dari material logam
Untuk lebih mengenal lagi material koleksi-koleksi museum, anda bisa datang langsung ke museum-museum di Jakarta maupun di daerah.
Ayo ke Museum
😎😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar