Konservasi koleksi meliputi kegiatan observasi, perawatan dan pengawetan koleksi.
Berdasarkan Permendikbud no 28 tahun 2015, Pasal 17, Bidang Perawatan & Pengawetan menyelenggarakan fungsi :
1.Pelaksanaan Observasi kondisi koleksi Museum Nasional
2.Pelaksanaan Uji laboratorium koleksi Museum Nasional
3.Pelaksanaan Perawatan koleksi Museum Nasional
4.Pelaksanaan pengawetan koleksi Museum Nasional, dan
5.Pelaksanaan Pemantauan lingkungan mikro koleksi Museum Nasional
Di dalam Pasal 19, Permendikbud no 28 tahun 2015 menyebutkan Bidang Perawatan & Pengawetan terdiri atas :
a. Seksi Observasi
b. Seksi Perawatan
c. Seksi Pengawetan
Tugas masing-masing seksi dijabarkan pada Pasal 20,Permendikbud no. 28 tahun 2015 yaitu ;
1.Seksi Observasi mempunyai tugas melakukan pendataan, klasifikasi, dan penentuan penanganan serta uji laboratorium koleksi Museum Nasional
2.Seksi Perawatan mempunyai tugas melakukan pembersihan, perbaikan, rekonstruksi, dan restorasi koleksi Museum Nasional
3.Seksi Pengawetan mempunyai tugas melakukan penguatan, pelapisan, dan pemantauan lingkungan mikro koleksi Museum Nasional
Sedangkan menurut Permendikbud no 27 tahun 2013 tentang rincian tugas Museum Nasional, yang diperbaharui dengan Permendikbud no. 37 tahun 2016 menyebutkan rincian tugas Bidang perawatan dan pengawetan yaitu :
a. Melaksanakan penyusunan program kerja bagian
b.Melaksanakan observasi kondisi koleksi Museum Nasional
c.Melaksanakan uji laboratorium koleksi Museum Nasional
d.Melaksanakan klasifikasi kondisi koleksi Museum Nasional
e.Melaksanakan rekomendasi penanganan koleksi Museum Nasional
f. Melaksanakan perawatan koleksi Museum Nasional
g.Melaksanakan pembersihan koleksi Museum Nasional
h.Melaksanakan perbaikan koleksi Museum Nasional
i.Melaksanakan rekonstruksi koleksi Museum Nasional
j.Melaksanakan restorasi koleksi Museum Nasional
k. Melaksanakan penguatan koleksi Museum Nasional
l. Melaksanakan pelapisan koleksi Museum Nasional
m. Melaksanakan fumigasi dan bentuk pengawetan lainnya koleksi Museum Nasional
n. Melaksanakan pemantauan lingkungan mikro koleksi Museum Nasional
o. Melaksanakan pemberian layanan teknis di bidang perawatan dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional
p. Melaksanakan evaluasi perawatan dan pengawetan koleksi Museum Nasional
q. Melaksanakan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen bidang
r. Melaksanakan penyusunan laporan bidang
SEKSI OBSERVASI
Seksi observasi melakukan pendataan kondisi koleksi sebelum koleksi di rawat atau diawetkan. Pendataan kondisi koleksi meliputi pencatatan kondisi koleksi secara terperinci, kerusakan apa yang terdapat pada koleksi dan faktor penyebab kerusakan koleksi (ada 10 faktor perusak koleksi, seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya). Jenis kerusakan koleksi antara lain : tergores, aus, retak, berlobang, patah, hilang, berubah bentuk, lipatan, pudar, mengelupas, kerusakan cat, karat, rusak karena air, noda, permukaan kotor, rusak karena serangga, bekas restorasi, geripis, permukaan tidak rata. Pendataan kondisi koleksi bisa melalui pengamatan visual, mikroskop maupun melalui uji laboratorium.
Pembuatan lembar kondisi koleksi dalam rangka pameran di dalam negeri (luar Museum Nasional) dan di luar negeri disusun oleh tim observasi. Tujuan pembuatan lembar kondisi koleksi agar kondisi koleksi sebelum dipinjam dapat tercatat dan teradministrasi dengan baik, sehingga jika terjadi kerusakan baru akibat dari perjalanan dari dan kembali ke Museum Nasional atau pengepakan yang kurang baik atau akibat dari kesalahan memegang koleksi ketika membongkar, memajang ataupun melakukan pengepakan kembali dapat diketahui.
Tugas lainnya dari tim observasi yaitu melakukan klasifikasi kondisi koleksi sebelum di rawat dan atau diawetkan. Klasifikasi yang diberikan berdasarkan tiga tingkatan yaitu kondisi ringan, sedang dan berat (parah). Kondisi berat (parah) berarti koleksi itu perlu segera dilakukan perawatan dan atau pengawetan.
Berdasarkan hasil pendataan dan klasifikasi kondisi koleksi maka tim observasi memberikan rekomendasi penanganan koleksi. Koleksi tersebut perlu dilakukan tindakan perawatan atau restorasi dan atau kegiatan pengawetan (pengendalian RH, fumigasi, konsolidasi, pelapisan dll)
Tim observasi juga melakukan kajian untuk menentukan penyebab kerusakan koleksi berdasarkan data kondisi koleksi yang telah dilakukan
Gambar 1 : Analisis Jenis Serangga Perusak Koleksi Museum
SEKSI PERAWATAN
Koleksi yang akan di rawat bisa berdasarkan hasil rekomendasi dari seksi observasi, program rutin perawatan dan atau permintaan dari bidang terkait (bidang panyajian & publikasi atau bidang registrasi & dokumentasi, bidang kemitraan & promosi, atau bidang pengkajian & pengumpulan).
Tindakan perawatan melakukan tindakan langsung pada koleksi. Tim perawatan selain melakukan perawatan tingkat dasar (penghilangan debu, kotoran, noda, cat) juga melakukan perawatan tingkat lanjut (penghilangan korosi, mikroorganisme dll)
Selain melakukan perawatan koleksi, tim perawatan juga melakukan restorasi koleksi dengan kondisi yang rusak (patah, ikatan longgar, ada bagian yang lepas dll). Kegiatan restorasi yang dilakukan antara lain menyambung, mengencangkan ikatan, menambal dll)
Sebelum melakukan perawatan koleksi, tim perawatan melakukan kajian perawatan untuk menentukan tindakan yang tepat terhadap koleksi. Kajian bisa berupa menentukan jenis dan besar konsentrasi bahan perawatan dan restorasi yang paling aman untuk koleksi, maupun kajian perawatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perawatan.
SEKSI PENGAWETAN
Seksi pengawetan melakukan tindakan pencegahan agar kerusakan koleksi bisa diminimalkan dengan cara antara lain melakukan pemantauan dan pengendalian lingkungan mikro koleksi baik di ruang simpan maupun ruang pamer koleksi.
Koleksi yang diawetan bisa berdasarkan hasil rekomendasi dari seksi observasi, program rutin pengawetan dan atau permintaan dari bidang terkait (bidang panyajian & publikasi atau bidang registrasi & dokumentasi, bidang kemitraan & promosi, atau bidang pengkajian & pengumpulan).
Tim pengawetan juga melakukan pelapisan koleksi untuk mencegah terjadi reaksi kimia antara lingkungan mikro koleksi dengan permukaan koleksi, sehingga kerusakan koleksi bisa diperlambat.
Fumigasi koleksi juga bagian dari tugas seksi pengawetan. Fumigasi selain bertujuan untuk membasmi serangga dan mikroorganisme yang merusak koleksi, juga untuk mencegah terjadinya kerusakan koleksi sebelum serangga dan jamur tumbuh dan berkembang biak di koleksi. Kegiatan fumigasi koleksi sudah tidak menggunakan bahan fumigan berbahaya, namun sudah menggunakan gas nitrogen dan metode manipulasi lingkungan serangga dan mikroorganisme secara ekstrem (metode pendinginan dengan menggunakan freezer -20 derajat C). Bagaimana cara melakukan fumigasi anoxia dan dengan metode pendinginan akan dibahas pada tulisan selanjutnya
Konsolidasi juga dilakukan oleh tim pengawetan, untuk menguatkan struktur koleksi yang telah rapuh. Bentuk pengawetan lainnya antara lain enkapsulasi, pembungkusan koleksi dll. Tim pengawetan memberikan rekomendasi kepada bidang penyajian dan publikasi mengenai jenis lampu di ruang pamer atau lemari pajang, jenis dan bentuk bahan penyangga koleksi, dll yang berhubungan dengan penataan koleksi
Kajian pengawetan juga dilakukan sebelum tindakan pengawetan dilakukan untuk menentukan jenis dan konsentrasi bahan pengawetan yang aman untuk koleksi dan beberapa kajian yang berhubungan dengan tindakan pengawetan
Gambar 2 : Pemantauan Lingkungan mikro koleksi di ruang pamer
Semoga dengan tulisan ini semakin mengerti perbedaan kegiatan observasi, perawatan dan pengawetan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar